Film sebagai media massa telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi penyampaian opini, intepretasi, imajinasi dan gagasan-gagasan lain kepada publik. Boleh dibilang, film adalah salah satu media komunikasi massa yang paling sukses dalam menjaring perhatian publik. Hal tersebut tidak lepas dari unsur seni, dokumentasi, edukasi, fantasi, dan terutama hiburan yang terdapat di dalam film-film.
Sejak kemunculan pertamanya, pada 1895, film terus berkembang. Saat itu,tepatnya pada 28 Desember 1985 sinematografi diperkenalkan oleh Louis dan Auguste Lumiere, mereka menayangkan film pertama di dunia, dengan durasi 20 menit, berisi 10 film pendek. Kini berabad-abad setelah itu, film menjadi semakin canggih.Dalam perkembangannya, film terus menemukan bentuk-bentuk baru, baik dari segi teknik sinematografi dan penayangannya. Hal ini bertujuan untuk memanjakan mata dan pengalaman menonton. Para pelaku perfilman terus berusaha menemukan teknologi baru untuk pendukung kemajuan film.
Adapun, teknologi perfilman terkini yang dapat dinikmati adalah teknologi HD dan 3D. Teknologi HD [High Definition] adalah teknologi yang memungkinkan sebuah film ditayangkan dalam resolusi tinggi, memberikan tingkat ketajaman dan detail gambar yang tinggi, HD menyajikan gambar mendekati aslinya. Banyak film-film yang sudah dapat kita nikmati secara praktis dalam format ini dengan perangkat yang mendukung, yakni blu ray, HD monitor, dan pengeras suara yang sesuai . Dengan format HD, kita seolah membawa “dunia luar” dari film ke dalam rumah
Sedangkan, teknologi 3D [3 dimensi], merupakan teknologi yang mengubah format tayangan film, dari 2D [2 dimensi] menjadi 3D. Teknologi 3D membuat gambar pada film “keluar” dari layar [screen]. Dengan teknologi HD dan 3D penonton akan mengalami pengalaman menonton yang berbeda dan lebih nyata. Contoh untuk hal ini adalah saat kita menonton format 3D AVATAR, lingkungan, karakter, dan hal-hal lain pada film seolah mendatangi penonton, sungguh sensasi yang menyenankan bukan?
Namun, saya rasa semua teknologi film tersebut belumlah mencapai klimaks. Bukan tidak mungkin suatu saat kita, tidak hanya menonton film, tapi juga benar-benar menjadi bagian dari film itu sendiri. Saya memikirkan teknologi yang membawa kita dapat merasakan segala sesuatu dalam film secara indrawi, dan yang lebih hebat lagi, kita dapat berkomunikasi dengan tokoh-tokoh pada film.
Alat untuk itu saya sebut sebagai Virtual Hyper Reality Video Player [VHRV Player]. Dalam memainkan film yang akan ditayangkan VHRV Player tidak menggunakan cakram sebagai penyimpan data video, melainkan menggunakan media penyimpan mini chip berkapasitas 1600 Terabyte yang terdapat di dalam mesin VHRV Player. Dengan kapasitas sebesar itu film-film dalam format VHRV dapat ditransfer, dimainkan, dihapus , atau disimpan sebagai koleksi film.
VHRV Player juga tidak menggunakan layar sebagai media penampil gambar. Untuk menonton tayangan film, pengguna dapat menggunakan VHRV Player’s Google, atau kita sebut saja Hyper Reality [HR]-google yakni semacam kacamata berteknologi canggih yang dapat memberikan sensasi melihat yang dalam. Dengan menggunakan google ini, pandangan pengguna akan langsung berada di dalam setting film. Maksudnya, pengguna tidak hanya menyaksikan gambar film yang biasanya tersimpan dalam media layar,melainkan ia langsung melihat setting film secara keseluruhan tanpa batasan pandang, sejauh mata memandang yang terlihat adalah setting film beserta segala unsur cerita dalam film.
Sebenarnya, HR-google adalah unsur penting yang memberikan sensasi indrawi pada pengguna. Tidak hanya mata yang dimanipulasi alat yang terhubung melalui bluetooth VHRV Player ini, keempat indera lain yang dimiliki manusia juga turut merasakan realitas virtual dari alat ini.
HR-google memancarkan sinyal perasa kepada otak, kemudian otak mengirimkannya kepada saraf-saraf panca indera. Sinyal perasa akan aktif saat film menampilkan adegan tertentu yang memicu timbulnya respon indrawi sebagaimana berlaku di dunia nyata. Misal, saat adegan hujan, pengguna akan merasakan dingin dan basah pada sekujur tubunya. Sinyal perasa juga aktif saat pengguna berinteraksi dengan setting film, misal pengguna hendak menyentuh pohon di film, maka pohon itu akan terasa seperti pohon yang disentuh dalam kehidupan nyata.
Pengecualian berlaku saat film mengandung unsur fantasi, sensasi indrawi yang diberikan telah diprogram terlebih dahulu oleh si pembuat film. Misal, pengguna menyentuh kuda terbang atau sesuatu pada film animasi, sensasi yang akan diterima pengguna, disesuaikan oleh kebijakan pembuat film, untuk urusan terjun langsung dalam hal ini, pembuat film mengandalkan progammer komputer yang menguasai VHRV.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, sensasi indrawi tersebut juga berlaku untuk panca indera manusia lainnya, yakni pengecap, pendengar, pencium aroma. Ya segala sesuatu pada film dapat dirasakan melalui alat ini. VHRV Player akan menjadi babak baru perfilman, pengguna tidak hanya menonton tapi juga ikut masuk ke dalam dunia film, merasakan apa yang dirasakan tokoh dalam film, mengetahui rasa makanan dalam film, mencium aroma tertentu dan tentunya mendengar suara-suara dalam film. Intinya, pengguna dibawa ke dalam “dimensi” film.Meski demikian, kehadiran pengguna kedalam “dimensi” film, tidak akan membuat alur dan proses/jalan cerita dalam film berubah, cerita dalam film akan berjalan sesuai skenario.
KOMUNIKASI DENGAN FILM
Unsur interaktivitas alat ini terdapat dalam fitur “communicate” yang ada pada setiap film dalam format VHRV . Melalui fitur ini pengguna dapat berkomunikasi dengan seluruh tokoh dalam film, mesin pintar dalam VHRV Player memungkinkan hal ini. Fitur “communicate” merupakan fasilitas istimewa pada alat ini, melalui fitur ini pengguna dapat berinteraksi dengan tokoh film, tentunya dalam batasan yang masih menyangkut skenario dalam film. Berlaku seperti aturan main sebelumnya,Interaksi yang dilakukan tidak akan mengubah jalan cerita dalam film.
Hanya saja pengguna akan merasakan sensasi komunikasi dengan film, yang belum dapat dilakukan dalam teknologi film manapun saat ini. Fitur “communicate” ini tentu akan sangat bermanfaat bagi penggunanya, karena dengan fitur ini pengguna akan mendapatkan wawasan menyangkut informasi –informasi tertentu dalam film yang mungkin menambah pengetahuan di dunia nyata. Contoh, dalam film perang yang berdasarkan kisah nyata, pengguna dapat menanyakan sejarah perang tersebut dan pengguna pun akan lebih mengetahui latar belakang perang yang terjadi pada masa lampau di dunia nyata.
Untuk mengaktifkan fitur “communicate”, pengguna cukup menekan tombol bulat di bagian kanan headseat full-ear [yang menutupi seluruh telinga pengguna], pada HR-google.
BATASAN FUNGSI
VHRV Player memiliki batasan fungsi agar tetap nyaman saat digunakan. Batasan tersebut adalah tidak diresponnya kejadian-kejadian responsif indrawi pada film yang menyebabkan kerugian pada pengguna dan yang melanggar hukum yang mengatur film. Rincian mengenai batasan fungsi ini adalah:
• Pengguna tidak akan merasakan sakit, untuk adegan-adegan yang jika terjadi di dunia nyata akan menyebabkan sakit, seperti tertusuk.
• Pengguna tidak akan merasakan sensasi indrawi saat memainkan film-film dengan adegan yang berbahaya dan mengancam nyawa.
• Pengguna tidak akan bisa menggunakan VHRV Player untuk hal- hal berbau pornografi dan SARA.
• Film tidak akan memberikan informasi yang menyesatkan pengguna [dalam fitur “communicate”], misal tokoh dalam film mengajak pengguna berbuat jahat.
• Untuk informasi yang bersifat fiktif dan fantasi [biasanya dalam film-film sci-fi, fantasi, dan animasi] pengguna akan diberitahu oleh mesin bahwa semua informasi yang diberikan hanyalah fiksi belaka, setelah interaksi mengenai hal tersebut berakhir.
Batasan fungsi ini dapat terjadi karena sistem digital dalam VHRV Player memiliki blocking sistem, dengan rangkaian proses elektronik tertentu hal-hal diatas dapat dilakukan oleh alat ini.
PROYEKSI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI 10 TAHUN MENDATANG
VHRV Player merupakan prediksi atau mungkin lebih tepatnya imajinasi saya mengenai suatu teknologi perfilman yang akan mungkin terjadi pada 10 tahun mendatang. Perwujudan dari teknologi pada VHRV Player mungkin dapat menjadi nyata dengan pengembangan teknologi yang telah ada saat ini.
Adapun teknologi yang dimaksud antara lain:
• Teknologi media penyimpan data. Kini telah ada hardisk berkasipitas tera. Ini Mendukung terciptanya VHRV Player yang membutuhkan banyak ruang untuk menyimpan data.
• Pengembangan video player saat ini sehingga memungkinkan untuk menjadi video player yang sesuai dengan spesifikasi VHRV Player.
• Virtual Reality: Virtual Reality adalah suatu teknologi yang dapat mengizinkan pengguna untuk berinteraksi dengan lingkungan simulasi komputer baik itu berdasarkan object nyata maupun imajinasi.(www.wikipedia.com). Virtual Reality, bersama teknologi 3D nantinya akan membantu terciptanya HR-google.
• Teknologi nano atau nanotechnology sekarang makin pesat perkembangannya. Nanometer sendiri artinya satu per satu miliar meter, sehingga teknologi ini juga berkaitan dengan penciptaan benda-benda kecil. Di dalamnya tergabung ilmu fisika, teknik, biologi molekuler, serta kimia. Hal tersebut membuat teknologi ini dapat diaplikasikan pada berbagai ilmu pengetahuan.Pengembangan teknologi nano pada VHRV Player terkait dengan pembentukan benda-benda/ hal lain yang disentuh dalm film sehingga dapat memberikan sensasi pengguna.
Melihat ketersediaan teknologi di atas, kemungkinan teknologi VHRV Player dapat terwujud cukup besar. Manusia yang tidak pernah puas akan keadaannya, pasti terus berusaha dengan kecerdasannya untuk meningkatkan keadaannya saat ini. Teknologi adalah salah satu implementasi hal tersebut.
REFERENSI
http://thelongestlistofthelongeststuffatthelongestdomainnameatlonglast.com/first8.
http://www.nano.lipi.go.id/utama.cgi?cetakartikel&1104874745
http://www.ittelkom.ac.id
Senin, 19 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








0 komentar:
Posting Komentar